Monday, January 19, 2009

Biarkan Anak Mandiri

“Toni, jangan main ke sana, nak. Ayo, kemari. Itu kan jorok, nak”kata ibu Wati melarang anaknya bermain pasir-pasiran di depan rumah nya.atau ada lagi kasus ,” Tina, jangan main keluar nanti kamu jatuh.” dan lain-lain yang banyak pantangan atau larangan yang membuat anak sulit untuk mengeksplor aktivitas dan kecerdasan si anak. Jangan itu lah jangan ini lah, ya membuat si anak malah tambah malas nantinya.Malah si anak enggan untuk berpetualang dan jadi deh…si anak patu mama namun tidak kreatif. Sekarang kita tinggal pilih yang anak rumahan atau anak mama atau anak dengan segudang ide.
    Jadi gimana dong, biar anak tidak diam…saja, tidak iya …ma,. Nah, ini kembali kepada kita pada orang tua terutama sang mama. Ayo, para gang  ibu mari kita sama-sama mencari jalan untuk keberhasilan anak kita tanpa melukai dan mengganggu kreatifitas anak. Tidak ada salahnya loh, bu, kita belajar untuk kecerdasan anak dan menambah wawasan kita lagi. Jadi, harus sekolah lagi, ya???????????? Upss, tentu tidak dong bu, cuman kita lebih aktif mencari tahu dan lebihin dikit dong membaca mengenai perilaku dan kebiasan si anak. Jangan hanya beli majalah gosip atau fashion atau lifestyle. Anak lebih penting loh bu, dari semua itu. Jangan si mbok saja yang sibuk meladeni si kecil kita. 
    Saya paling demen sama majalah anak “NAKITA” atau yang lainnya juga banyak. Di situ banyak lo dibahas mengenai anak, dari mulai dalam kandungan sampai si anak usia sekolah. Saya juga dulu pusing amat deh lihat anak saya sekarang. Dia sudah berusia 2, 8 tahun dan si adikknya 10 bulan. Ada saja yang mereka lakukan sampai mumet nih kepala. Ada yang sibuk hancurin permainannya lah, kadangkala malah dia berani membongkar atau mempreteli sepeda motor ayahnya. Jadi gimana dong supaya tidak mumet nih kepala?. Yap, mari kita belajar bersama-sama, hehehhhahahah, heup benaran lho, belajar tidak salah bukan?
Ada beberapa saran atau solusi yang dapat saya berikan pada ibu yang pernah saya alami selama mengasuh Tafa dan Ail.
    
1. Jangan pernah katakan jangan pada anak
    Pasti ibu di seluruh dunia sering mengatakan “Jangan” pada anak. Baik dalam keadaan lagi marah ataupun sadar. Anak di usia 0-12 bulan, bila dilarang mereka belum mengerti, namun kita dapat melarang mereka dengan menerangkan sambil bernyanyi atau dengan pujian. Misalkan anak kita yang berusia 10 bulan, biasanya sudah pandai merangka ataupun ada sebagian yang sudah pandai berjalan, mereka kebanyakan suka memasukan benda yang ada disekitar mereka yang dapat mereka raih/genggam dengan tangan kecilnya. Biarkan mereka meraih benda tersebut untuk melatih syarat motorik anak, namun kita tetap mengawasi kalau sampai-sampai benda tersebut masuk ke mulut. Bila anak sudah berusia 12-5 tahun, biasanya mereka malah lebih sulit dilarang “Jangan” karena mereka disaat usianya mencari hal-hal baru. Semakin dilarang mereka semakin besar rasa keingintahuan mereka. Malah mereka menjadi bingung, “apaan sih mama ini kok dilarang meluluh”. Malah membiarkan dengan keinginantahuan mereka menambah kecerdasan dan membuat mereka semakin aktif. Mendidik anak kita menjadi anak yang aktif.

2. Biarkan dia melakukan sendiri
    Anak di usia 1-5 tahun, biasanya sudah mau melakukan hal-hal sendiri. Sekali-kali jangan kita larang. Biarkan dia melakukannya sendiri. Bila anak kita sudah mempunyai gigi, sudah waktunya diajari menggosok gigi, pertama sekali kita memberikan contoh dengan kebiasan kita menggosok gigi di pagi dan malam hari. Jangan lupa ikut sertakan anak, supaya mereka dapat melihat, dan akhirnya mereka dapat melakukannya sendiri. Biarkan mereka melakukannya supaya mereka tidak tergantung pada orangtuanya. Bila waktua makan biarkan mereka bergabung dengan kita dan mereka makan sendiri. Berikan sendok dan biarkan dia menggunakannya sendiri, walau mungkin banyak nasi yang tumpah, namun memberikan kepuasan pada anak. Biarkan anak bermain dengan kawan seusianya, jangan ibu larang dan ibu buntuti bila dia sedang bermain. Cukup di awasi dari jauh, mana tahu si kawan berbuat jail sama anak kita. Tapi ingat ibu, jangan dimarahi kawannya bila hal itu terjadi, cukup dinasehati saja. Satu hal ibu, bila memungkinkan ruangan kamar, ajari si anak untuk tidur sendiri bila sudah waktunya. Boleh lo, bu, di usia 3 tahun.

3. Tanya apa kemauannya
    Jangan salah ibu, walaupun anak masih berusia di bawah 5 tahun, mereka sudah mau memilih atau menentukan apa yang mereka mau. Tanya mereka bila suatu saat kita hendak membelikan baju pada mereka, atau tanya mereka ingin makan apa, namun, jangan kita yang diatur mereka. Ada saatnya ibu juga konsisten dengan pilihan ibu, bila menurut  ibu itu perlu dan benar.

4. Berikan pujian atau penilaian
    ”Aduh, kamu ini bagaimana sih!!!!Itu saja kok tidak tahu, makanya jangan nonton saja.” Ibu, jangan menghardik anak atau menghukum anak sebagai tersangka. Berikan dia solusinya, ibu memberikan penjelasan yang sederhana, jangan terlalu bertele-tele atau berbelit-belit, malah membuat si anak bingung. Misalkan” Tari, itu tidak baik, nak, coba bagaimana kalau Tari yang mengalaminya. Mau Tari begitu??. Si anak tentunya pasti berpikir, apa yang harus dilakukannya. Atau jangan lupa ibu, bila si anak melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita, berikan pujian. Tentu akan memicu si anak melakukan hal yang sama dikemudian harinya. 

    Bagaimana ibu, apa menurut ibu ini merupakan solusi yang memuaskan ibu. Di sini saya hanya memberikan solusi berdasarkan pengalaman saja. Jadi, ibu, jangan lupa lo, sekali-kali manjakan anak kita, namun jangan berlebihan. Satu hal ibu, jangan terlalu ketat dalam hal prinsip, ingat si anak masih di bawah usia 5 tahun.Nanti malah si anak takut sama kita, bukannya hormat. 
     Semoga kita mecetak atau mendidik anak menjadi anak yang berguna bagi kita semua, jangan salahkan anak bila dia salah jalur nantinya, lihat kebelakang bagaimana kita mendidiknya di kala kecil dulu. Namun, bila kita sudah lakukan hal yang terbaik bagi anak kita, semoga anak kita dapat menanamkannya hingga dia dewasa.

    

Posted by vitaloka in 03:55:27 | Permalink | No Comments »

Sunday, January 4, 2009

AYAM MATI

wAyam Mati Hari ini ibu memasak gulai ayam kesukaan Rifa. Maklumlah hari ini hari istimewa yaitu ultah pernikahan ibu dan ayah Rifa. Rifa berhasil membujuk ibunya supaya dia dapat memakan ayam goreng buatan ibunya. Padahal ayah belum pulang kantor. Rifa diganggu abangnya Rifki yang sedang asik makan ayam goreng buatan ibunya “Rifa, itu ayam mati!” Ihhhhh jijik, Rifa anak jorok. Abang saja tidak mau makannya, “kata Rifki sambil menakuti dengan memasang muka merasa jijik. “Apa???????????? Abang bohong, tidak mungkin ibu masak ayam mati. Itukan tidak boleh,”kata Rifa tidak percaya. “Tidak percaya, ya sudah!” Jangan salahkan abang ya bila perut Rifa sakit,”kata Rifki semakin menjadi. “Ibuuuuuuuuuu, ayamnya kok yang mati!!!!!!!teriak Rifa sambil berlari. Dia melupakan ayamm gorengnya. Ternyata ayam goreng Rifa yang tertinggal malah dimakan abangnya. “Ibu, mengapa masak ayam mati. Kata ibu guru itu tidak boleh, Bu.” Sama saja dengan makan bangkai dan membuat kita sakit,”kata Rifa menerangkan. “Apa yang Rifa katakan sayang, ibu masak ayam mati? Tentu saja tidak nak. Ibu masak ayam yang sudah disembelih dulu, bukan ayam bangkai,”kata ibu menerangkan. “Tapi, kata abang, ayam yang dimasak ayam mati?”tanya Rifa “Tentu dong sayang, tidak mungkin ayam yang hidup ibu masak. Itu namanya menyiksa hewan,”kata ibu menenangkan Rifa. “Jadi, Rifa dikerjai sama abang ya.”Awas abang, ya, ngerjain Rifa,”kesel Rifa. Bu, minta lagi ya ayamnya?” Ibu tersenyum melihat tingkah anak bungsunya. Tentu saja nak. Ayo, ikut ibu.
Posted by vitaloka in 04:07:50 | Permalink | No Comments »

BELAJAR KOMPUTER

Belajar Komputer

 

“Ummi, kata ibu guru besok kami belajar komputer.” Apa susah, Bu?”  Kata teman Tafa komputer itu susah,”kata Tafa pada Ibunya.

“Tidak susah sayang.” Teman tafa mungkin belum mengerti komputer makanya dia bilang begitu.

Keesokan harinya, di sekolah Tafa diadakan perkenalan komputer. Perkenalan komputer mulai dikenalkan pada anak kelas 2 SD. Tafa sekarang duduk dikelas 2. Dengan perasaan yang campur aduk, Tafa mendengarkan setiap petunjuk dan arahan Bu guru. Semua peralatan yang berhubungan dengan komputer diterangkan oleh Bu guru.

Tiba-tiba entah mengapa ada kawan Tafa yang menjerit. “Awassss, tikus. Cepat lari nanti digigitnya,”teriak Tito kawan Tafa.

Tentu saja kelas menjadi ricuh dan gaduh dengan suara teriakan dan tangisan anak perempuan.

“Ada apa ini?” Mengapa anak-anak  lari  ketakutan?” Tito, ada apa dengan mu mengapa Tito bilang ada tikus, nak?”tanya Bu guru heran.

“Tapi, Bu guru yang bilang, dalam perangkat komputer yang memudahkan untuk kita bekerja ada namanya “mouse”. Jadi, Bu guru pernah bilang mouse itu dalam bahasa Inggris ya, tikus,”kata Tito menerangkan masih ketakutan.

“Ohhhhhhhhhh, hanya itu.” Aduh, aduh….Tito…Tito itukan hanya kiasan saja. Mouse dalam komputer bukan tikus dalam arti bahasa Inggris. Ini alatnya, nak. Inilah mouse itu.”kata Bu guru mulai menerangkan pada murid-muridnya. Kegaduhan pun mulai mereda dan anak-anak kembali duduk dengan tertib. Sungguh perlajarn bagi ibu guru untuk lebih hati-hati dalam menerangkan suatu hal pada anak-anak. 

Posted by vitaloka in 04:01:33 | Permalink | No Comments »

BELAJAR KOMPUTER

Belajar Komputer

 

“Ummi, kata ibu guru besok kami belajar komputer.” Apa susah, Bu?”  Kata teman Tafa komputer itu susah,”kata Tafa pada Ibunya.

“Tidak susah sayang.” Teman tafa mungkin belum mengerti komputer makanya dia bilang begitu.

Keesokan harinya, di sekolah Tafa diadakan perkenalan komputer. Perkenalan komputer mulai dikenalkan pada anak kelas 2 SD. Tafa sekarang duduk dikelas 2. Dengan perasaan yang campur aduk, Tafa mendengarkan setiap petunjuk dan arahan Bu guru. Semua peralatan yang berhubungan dengan komputer diterangkan oleh Bu guru.

Tiba-tiba entah mengapa ada kawan Tafa yang menjerit. “Awassss, tikus. Cepat lari nanti digigitnya,”teriak Tito kawan Tafa.

Tentu saja kelas menjadi ricuh dan gaduh dengan suara teriakan dan tangisan anak perempuan.

“Ada apa ini?” Mengapa anak-anak  lari  ketakutan?” Tito, ada apa dengan mu mengapa Tito bilang ada tikus, nak?”tanya Bu guru heran.

“Tapi, Bu guru yang bilang, dalam perangkat komputer yang memudahkan untuk kita bekerja ada namanya “mouse”. Jadi, Bu guru pernah bilang mouse itu dalam bahasa Inggris ya, tikus,”kata Tito menerangkan masih ketakutan.

“Ohhhhhhhhhh, hanya itu.” Aduh, aduh….Tito…Tito itukan hanya kiasan saja. Mouse dalam komputer bukan tikus dalam arti bahasa Inggris. Ini alatnya, nak. Inilah mouse itu.”kata Bu guru mulai menerangkan pada murid-muridnya. Kegaduhan pun mulai mereda dan anak-anak kembali duduk dengan tertib. Sungguh perlajarn bagi ibu guru untuk lebih hati-hati dalam menerangkan suatu hal pada anak-anak. 

Posted by vitaloka in 04:01:31 | Permalink | No Comments »

liburan sekolah

LIBURAN SEKOLAH Liburan anak sekolah telah tiba. Namun, ibu belum memutuskan mau liburan kemana. Padahal, Ibu telah berjanji, bila nilai rapot Atika bagus dan mendapat ranking, akan jalan-jalan ke Dufan. Akan tetapi kenyataan tidak seperti yang diharapkan. Dengan harga BBM dan sembako yang menjulang tinggi, membuat ibu harus lebih hati-hati menggunakan uang. ”Ibu, kapan jadinya kita pergi ke Dufan?” Ibu lupa ya sama janji, ibu?” Bu, kapan perginya?”Atika merengek. ”Iya, sayang. Tunggu keputusan ayah dulu ya. Liburannya kan masih panjang. Baru dua hari libur, di rumah saja dulu ya. Bagaimana nih, tidak mungkin Atika diributkan dengan masalah BBM, sembako yang naik. Dia kan masih kelas 5 SD. Apa iya dia ngerti. ”Bu, kok malah melamun. Ada apa sih, Bu’ Biasanya Ibu tidak ingkar janji, kok sekarang ngoyoh. Jadi pergi ke Dufan kan, Bu?” Biar nanti masuk sekolah Tika bisa cerita sama teman-teman tentang Dufan, Bu. ”Sabar dulu Tika, tunggu ayah pulang dari luar kota dulu ya. Besok ayah kan sudah pulang. Nah,baru kita buat rencana mau kemana liburan. Bagaimana?” OK deh, Bu!” Hari yang dinantikan pun tiba, ayah Atika sudah pulang dari luar kota. Belum sempat melepas lelah, Tika sudah menambah kelelahan ayahnya dengan permintaannya. ”Yah, kata ibu, Tika bisa pergi ke Dufan bila ayah sudah kembali. Bagaimana, Yah? Jadikan?”Ucap Atika dengan semangat. ”Aduh, aduh….ayah belum duduk kok sudah dihujani permintaan. Bisa-bisa ayah pingsan, nih. Ayo, duduk dulu di sini disebelah ayah. Nah, sekarang ceritakan dengan perlahan-lahan, biar ayah mengerti. ”Begini loh, yah, dulu Ibu pernah janji sama Tika, bila nilai rapotnya bagus, kita pergi jalan-jalan ke Dufan. Tapi, sekarang keadaan ekonomi kita tidak memungkinkan untuk bepergian dengan kondisi sekarang yang serba naik. Bagaimana menurut, Ayah. Wah…wah…rupanya anak ayah rangking ya di kelasnya. Bagaimana ya, kayaknya apa yang dikatakan ibu benar. Tahun lalu Tika kan sudah pergi ke Dufan, benarkan?” Bagaimana bila kita cari cara lain untuk berlibur dan tidak memakan biaya yang mahal. Setuju! Baik, Yah! Bagaimana, Bu?” Apa Ibu punya rencana yang mengasyikkan. Kalau menurut Tika bagaimana kalau kita bermain kemah-kemahan di belakang rumah. Kalau ibu sih, maunya bagaimana kalau kita belajar memasak. Ya, Ibu. Itu sih, pekerjaan rumah. Tidak asik dong. Kalau ayah bagaimana?” Menurut ayah sih, bagaimana kalau kita menghijaukan rumah. Biar… Sebentar dulu, Yah. Menghijaukan rumah? Apa maksud ayah kita mencat rumah serba hijau?” Mana asik, Yah. Makanya, jangan potong pembicaraan orang lain. Itu tidak baik, Tika. Maksud ayah halaman belakang kitakan cukup luas, bagaimana bila kita bercocok tanam sehingga rumah kita tampak asri dan kita ikut membantu pelestarian bumi. Itu lo, yang ada di tv, istilahnya GLOBAL WARMING. Bagaimana? Cemerlangkan ide, ayah. Bagus juga, ide ayah, jadi pekarang rumah kita tidak gersang. Tapi, yah, masa sih sampai habis liburan berkebun terus. Bagaimana kalau dilanjutkan dengan berkemah di pekarangan rumah sambil belajar memasak. Hebatkan ide ibu. ”Betul….itu benar sekali, jadi Tika habis liburan sudah pandai masak. Ayah sih senang banget. Kita jadi bisa memotong biaya yang tidak perlu,”ujar Ayah dengan penuh semangat. ”Uhhhh…uhhh…..mau bagaimana lagi, para tetua sudah sama-sama OK, ya, anak buah nya ikutan. Keesokan harinya, mereka sudah bergelut dengan tanah dan tanaman. Tubuh mereka disirami sinar mentari di pagi hari. Ayah dengan gayanya sebagai petani memakai tanda kebesaran petani. Wah…..benar…benar komplit deh. Ayo, Tika yang semangat dong. Begini nih cara menanamnya,”kata ayah mengajari Tika. ”Ayah sih bisa, kan sarjana pertanian, kalau Tika susah banget, yah. Mereka terus bergelut dengan tanaman dengan tawa canda tanpa meresa letih. Terbersit kebahagian dan kepuasan di wajah mereka. ”Waduh…sudah tinggi matahari, tidak terasa ya sudah siang. Tika, bagaimana capek ya, sudah lapar kan? ”Iya nih, yah, lapar sekali. Ibu, kami lapar! Ayo, ayah cepetan kita ke dapur lapar nih ”Eit…..dilarang makan sebelum bersih bersih. Ingat kesehatan lebih utama,”ibu mencegahtangan Tika ketika hendak mengambil tempe goreng. Tanpa berpikir panjang lagi Tika dan ayah langsung berlari menuju kamar mandi. Mereka pun makan dengan lahapnya sampai nambah loh. ”Ternyata makan setelah bekerja keras lebih nikmat ya, yah. Badan Tika rasanya lebih sehat dan segar. ”Makanya kita jangan menganggap sepele pekerjaan petani, walau berat tapi nikmat rasanya dalam bekerja dan hasilnya untuk kita semua. Ayo, bagaimana kalau tidak ada petani, bisa-bisa kita tidak bisa makan. ”OK deh, yah. Tika sudah ngerti supaya hormat dan menghargai jerih payah petani. ”Eit …..tunggu dulu, bukan hormat dengan mengacungkan tangan seperti saat upacara bendera. Itu mah…orang gila. ”Ha..hahahhhahaha….ibu ini bisa saja. Ayah, ibu dan Tika tertawa bahagia setelah seharian bekerja keras. Selama tiga hari mereka terus membersihkan pekarangan rumah dan bercocok tanam. Rumah yang dulu penuh dengan semak belukar sekarang tampak indah menghijau. Wah…cocok deh dengan slogan yang ada di tv. Setelah puas dengan bercocok tanam, mereka melanjutkan kegiatan belajar masak Kini, ibu yang jadi gurunya. Dengan gaya bagaikan sang koki, ibu menerangkan pada Tika cara memasak. Ayah sebagai juri yang menentukan enak tidaknya masakan. Enak di ayah, bisa makan dengan santai, Tika harus berpanas ria di dekat kompor. Pelajaran pertama, memasak telur ceplok. Berhasil dengan cipratan minyak yang panas. He..heh…tapi, akhirnya berhasil juga lo. Seterusnya kami belajar membuat kue yang ringan, itu loh, yang biasa di jual di kantin sekolah. Tidak terasa liburan sudah hampir habis. Tika sudah mampu memasak dengan baik dan menghargai keindahan. Ternyata liburan tidak perlu jalan-jalan di rumah pun mengasyikkan. Disamping kita menghemat biaya, kita bisa belajar dari hal – hal yang kecil di rumah. Lihatlah rumah Tika jadi asri, lo.
Posted by vitaloka in 03:57:41 | Permalink | No Comments »

liburan sekolah

LIBURAN SEKOLAH Liburan anak sekolah telah tiba. Namun, ibu belum memutuskan mau liburan kemana. Padahal, Ibu telah berjanji, bila nilai rapot Atika bagus dan mendapat ranking, akan jalan-jalan ke Dufan. Akan tetapi kenyataan tidak seperti yang diharapkan. Dengan harga BBM dan sembako yang menjulang tinggi, membuat ibu harus lebih hati-hati menggunakan uang. ”Ibu, kapan jadinya kita pergi ke Dufan?” Ibu lupa ya sama janji, ibu?” Bu, kapan perginya?”Atika merengek. ”Iya, sayang. Tunggu keputusan ayah dulu ya. Liburannya kan masih panjang. Baru dua hari libur, di rumah saja dulu ya. Bagaimana nih, tidak mungkin Atika diributkan dengan masalah BBM, sembako yang naik. Dia kan masih kelas 5 SD. Apa iya dia ngerti. ”Bu, kok malah melamun. Ada apa sih, Bu’ Biasanya Ibu tidak ingkar janji, kok sekarang ngoyoh. Jadi pergi ke Dufan kan, Bu?” Biar nanti masuk sekolah Tika bisa cerita sama teman-teman tentang Dufan, Bu. ”Sabar dulu Tika, tunggu ayah pulang dari luar kota dulu ya. Besok ayah kan sudah pulang. Nah,baru kita buat rencana mau kemana liburan. Bagaimana?” OK deh, Bu!” Hari yang dinantikan pun tiba, ayah Atika sudah pulang dari luar kota. Belum sempat melepas lelah, Tika sudah menambah kelelahan ayahnya dengan permintaannya. ”Yah, kata ibu, Tika bisa pergi ke Dufan bila ayah sudah kembali. Bagaimana, Yah? Jadikan?”Ucap Atika dengan semangat. ”Aduh, aduh….ayah belum duduk kok sudah dihujani permintaan. Bisa-bisa ayah pingsan, nih. Ayo, duduk dulu di sini disebelah ayah. Nah, sekarang ceritakan dengan perlahan-lahan, biar ayah mengerti. ”Begini loh, yah, dulu Ibu pernah janji sama Tika, bila nilai rapotnya bagus, kita pergi jalan-jalan ke Dufan. Tapi, sekarang keadaan ekonomi kita tidak memungkinkan untuk bepergian dengan kondisi sekarang yang serba naik. Bagaimana menurut, Ayah. Wah…wah…rupanya anak ayah rangking ya di kelasnya. Bagaimana ya, kayaknya apa yang dikatakan ibu benar. Tahun lalu Tika kan sudah pergi ke Dufan, benarkan?” Bagaimana bila kita cari cara lain untuk berlibur dan tidak memakan biaya yang mahal. Setuju! Baik, Yah! Bagaimana, Bu?” Apa Ibu punya rencana yang mengasyikkan. Kalau menurut Tika bagaimana kalau kita bermain kemah-kemahan di belakang rumah. Kalau ibu sih, maunya bagaimana kalau kita belajar memasak. Ya, Ibu. Itu sih, pekerjaan rumah. Tidak asik dong. Kalau ayah bagaimana?” Menurut ayah sih, bagaimana kalau kita menghijaukan rumah. Biar… Sebentar dulu, Yah. Menghijaukan rumah? Apa maksud ayah kita mencat rumah serba hijau?” Mana asik, Yah. Makanya, jangan potong pembicaraan orang lain. Itu tidak baik, Tika. Maksud ayah halaman belakang kitakan cukup luas, bagaimana bila kita bercocok tanam sehingga rumah kita tampak asri dan kita ikut membantu pelestarian bumi. Itu lo, yang ada di tv, istilahnya GLOBAL WARMING. Bagaimana? Cemerlangkan ide, ayah. Bagus juga, ide ayah, jadi pekarang rumah kita tidak gersang. Tapi, yah, masa sih sampai habis liburan berkebun terus. Bagaimana kalau dilanjutkan dengan berkemah di pekarangan rumah sambil belajar memasak. Hebatkan ide ibu. ”Betul….itu benar sekali, jadi Tika habis liburan sudah pandai masak. Ayah sih senang banget. Kita jadi bisa memotong biaya yang tidak perlu,”ujar Ayah dengan penuh semangat. ”Uhhhh…uhhh…..mau bagaimana lagi, para tetua sudah sama-sama OK, ya, anak buah nya ikutan. Keesokan harinya, mereka sudah bergelut dengan tanah dan tanaman. Tubuh mereka disirami sinar mentari di pagi hari. Ayah dengan gayanya sebagai petani memakai tanda kebesaran petani. Wah…..benar…benar komplit deh. Ayo, Tika yang semangat dong. Begini nih cara menanamnya,”kata ayah mengajari Tika. ”Ayah sih bisa, kan sarjana pertanian, kalau Tika susah banget, yah. Mereka terus bergelut dengan tanaman dengan tawa canda tanpa meresa letih. Terbersit kebahagian dan kepuasan di wajah mereka. ”Waduh…sudah tinggi matahari, tidak terasa ya sudah siang. Tika, bagaimana capek ya, sudah lapar kan? ”Iya nih, yah, lapar sekali. Ibu, kami lapar! Ayo, ayah cepetan kita ke dapur lapar nih ”Eit…..dilarang makan sebelum bersih bersih. Ingat kesehatan lebih utama,”ibu mencegahtangan Tika ketika hendak mengambil tempe goreng. Tanpa berpikir panjang lagi Tika dan ayah langsung berlari menuju kamar mandi. Mereka pun makan dengan lahapnya sampai nambah loh. ”Ternyata makan setelah bekerja keras lebih nikmat ya, yah. Badan Tika rasanya lebih sehat dan segar. ”Makanya kita jangan menganggap sepele pekerjaan petani, walau berat tapi nikmat rasanya dalam bekerja dan hasilnya untuk kita semua. Ayo, bagaimana kalau tidak ada petani, bisa-bisa kita tidak bisa makan. ”OK deh, yah. Tika sudah ngerti supaya hormat dan menghargai jerih payah petani. ”Eit …..tunggu dulu, bukan hormat dengan mengacungkan tangan seperti saat upacara bendera. Itu mah…orang gila. ”Ha..hahahhhahaha….ibu ini bisa saja. Ayah, ibu dan Tika tertawa bahagia setelah seharian bekerja keras. Selama tiga hari mereka terus membersihkan pekarangan rumah dan bercocok tanam. Rumah yang dulu penuh dengan semak belukar sekarang tampak indah menghijau. Wah…cocok deh dengan slogan yang ada di tv. Setelah puas dengan bercocok tanam, mereka melanjutkan kegiatan belajar masak Kini, ibu yang jadi gurunya. Dengan gaya bagaikan sang koki, ibu menerangkan pada Tika cara memasak. Ayah sebagai juri yang menentukan enak tidaknya masakan. Enak di ayah, bisa makan dengan santai, Tika harus berpanas ria di dekat kompor. Pelajaran pertama, memasak telur ceplok. Berhasil dengan cipratan minyak yang panas. He..heh…tapi, akhirnya berhasil juga lo. Seterusnya kami belajar membuat kue yang ringan, itu loh, yang biasa di jual di kantin sekolah. Tidak terasa liburan sudah hampir habis. Tika sudah mampu memasak dengan baik dan menghargai keindahan. Ternyata liburan tidak perlu jalan-jalan di rumah pun mengasyikkan. Disamping kita menghemat biaya, kita bisa belajar dari hal – hal yang kecil di rumah. Lihatlah rumah Tika jadi asri, lo.
Posted by vitaloka in 03:57:27 | Permalink | No Comments »

Saturday, January 3, 2009

Memarahi dan Mencubit Anak

Mendidik  Anak Menurut Islam

 Tentunya setiap pasangan yang sudah menikah tidak bahagia bila belum memperoleh keturunan atau buah hati .  Kehadiran anak dalam rumah tangga menambah keharmonisan dan kebahagian setiap pasangan suami istri. Anak adalah amanah dari  Allah yang harus benar-benar kita didik dan bina sesuai dengan ajaran Islam.
 Anak selalu mengisi dan menghias corak kehidupan rumah tangga kita. Banyak kita dapati problema dalam mendidik anak. Misalnya saja ada seorang ibu selalu berkeluh kesah tentang anaknya yang rewellah, cengeng dan nakallah atau yang susah diajak kompromi.
 Kita sebagai ibu tentunya sangat mengerti mengapa anak kita bertingkah seperti itu. Akan tetapi, terkadang kita sebagai ibu merasa jengkel atau mungkin mau marah melihat tingkah anak kita yang tidak bersahabat dikala saat kita baru pulang kerja atau selesai membereskan pekerjaan rumah.
 Dalam Islam dibahas  bagaimana cara kita sebagai ibu mendidik anak yang tidak merugikan kedua belah pihak. Malah tuntunan Islam mengajarkan kita cara mendidik anak yang menambah atau mempererat  rasa sayang diantara ibu dan anak serta membina anak menjadi mandiri. Alangkah indahnya bila kita berpedoman pada tuntunan Rasulullah SAW tentang cara mendidik anak. Sehingga tidak akan kita dapati anak yang terlibat kekerasan dan narkoba.
 Dimana dalam tuntunan Islam yang begitu indah yang telah memberikan kita pelajaran mendidik anak sedari bayi. Dapat kita ambil dari nasihat Ali bin Abithalib RA menyebutkan bahwa anak usia 0-7 tahun hendaklah diajak bermain, 7-14 tahun ajarkan disiplin adab-adab, dan 14 tahun ke atas …jadikanlah sahabat. Pembagian ini sebagai tahapan sikap ortu terhadap anak.
 Nabi SAW mengatakan: Suruhlah anakmu shalat usia 7 tahun dan pukullah ketika ia tak mau shalat saat usia 10 tahun. Rata-rata anak belum mencapai usia balighnya pada umur 10 tahun, namun rata-rata anak sudah mampu bersekolah pada usia 7 tahun.
 Bila kita renungkan maknanya adalah Islam mengajarkan bahwa anak belum mencapai kesempurnaan akalnya sebelum usia 7 tahun. Sebelum usia itu ia belum sempurna dalam memahami perintah dan larangan, belum memahami kewajiban dan tanggung jawab dan juga belum memahami konsep Allah sebagai Dzat yang Ghaib. Kita shalat adalah dalam rangka mematuhi perintah Allah. Oleh karena itu kita bisa dan mau khusyuk ketika berdiri menghadap kiblat dan memulai shalat.
 Bagaimana dengan anak di bawah usia 7 tahun? Anak di bawah usia 7 tahun masih menjadikan bermain sebagai aktivitas utamanya. Bagi mereka yang di bawah itu, bermain adalah bekerja itu sendiri, bermain adalah kehidupannya dan kegembiraannya, bermain adalah mata pelajaran resminya. Dengan bermainlah ia belajar dan memahami hidup. Oleh karena itu anak di bawah usia ini sering belum bisa serius dalam aktivitas shalat selain ikut-ikutan.
 Jika kita mengharapkan anak kita misalnya saja usia 3 tahun untuk mengikuti aturan sikap anak usia 7 tahun ke atas, misalnya duduk diam ketika bertamu, tidak  penasaran untuk mengutak atik barang yang bukan mainannya, tidak berlari ke sana  ke mari atau menangis saat berada di dalam  masjid, dan sebagainya, maka  harapan kita berlebihan. Selain anak kita belum sanggup mengikuti aturan yang demikian, juga kasihan, sebab kita akan mengganggu keasyikannya menjelajah dunia dengan pola pikirnya sendiri. Dan membuat anak kita matang sebelum waktunya  yang membuat hari-hari dimana dia penuh gembira bermain dan tertawa harus hilang karena ulah kita.
 Demikianlah, seringkali kemarahan dan kekesalan kita terhadap anak lebih disebabkan anak tak memenuhi harapan kita daripada karena anak tersebut memang sengaja membuat kita marah. Persoalannya sekarang, apakah harapan kita memang wajar ataukah berlebihan?
 Sering kita temukan bahwa anak yang berusia 3 tahun atau balita  memukul anak lain dengan alasan sepele saja : senang melihat anak lain tersebut menangis. Bahkan kadang anak usia 3 tahun belum benar-benar tahu bahwa memukul merupakan ekspresi kemarahan atau membalas pukulan. Bagaimana pula kita dapat menuduhkan bahwa anak tsb “dengan sengaja” memang ingin menyakiti anak lain.
 Anak belajar dari apa yang ia lihat di lingkungan terdekatnya. Jika di lingkungan terdekatnya ia biasa melihat kekerasan, maka ia adalah penggemar kekerasan dan pelaku kekerasan kecil-kecilan. Jika yang dilihatnya di lingkungan terdekatnya adalah ekspresi kelemah lembutan, kasih sayang dan saling menghormati, maka iapun akan menjadi anak yang penyayang, santun dan lemah lembut.
 Bila kita kaji masalah  pengaruh lingkungan pada anak, maka lingkungan yang buruk sangat-sangat potensial membuat anak berkembang menjadi karakter yang buruk pula. Kata-kata yang buruk, perilaku yang buruk dan kasar, bahkan sampai ke gaya dan kebiasaan hidup, dipelajari anak dari lingkungan.
 Oleh karena itu kita sebagai orangtua wajib menjaga dengan siapa anak kita bermain, apa yang biasa ia dengar, apa yang biasa ia lihat dan siapa yang biasa berinteraksi dengannya setiap hari. Jika para orangtua mengabaikan faktor ini, maka tak heran jika orangtua tak sanggup mengendalikan anaknya saat “bandel”, sebab orangtua sudah tak tahu lagi siapa dan apa yang menyebabkan anaknya demikian.
 Semoga kita sebagai orangtua dapat memahaminya dan merupakan pelajaran yang berharga bagi kita. Sehingga berguna untuk kelangsungan masa depan dan moral anak kita. Pendidikan yang diperoleh di dalam rumah lebih berharga sangat jauh daripada anak kita disekolahkan sampai keluar negeri. Perilaku anak tergantung dari kita sebagai orangtua yang mendidik. Insya Allah, anak-anak kita kelak menjadi  jundi-jundi yang berguna untuk negara dan agama yang tentunya menjadi kebanggan kita sebagai orangtua.

 

Posted by vitaloka in 03:10:47 | Permalink | No Comments »

WASPADAI KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA

WASPADAI KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA

 

 

            Kanker????????? Siapa saja yang mendengar kata “kanker” pasti akan berjengit karena memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Siapapun tidak ingin menderita kanker yang membuat hidup terbayang-bayang ketakutan seolah-olah seperti seorang pidana yang siap menerima hukuman mati.

            Kanker itu sendiri datang tidak diundang dan pergi tidak permisi. Begitulah istilah mengenai orang yang terkena kanker.  Apa pula arti kanker itu sendiri? Tentu saja bukan kantong kering yang bahasa plesetan dari anak muda sekarang. Kanker berdasarkan bahasa kedokteran adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak normal. Kanker dapat menyebar kebagian lain dan menyebabkan kematian bila tidak segera dicegah.

            Kanker itu sendiri memiliki saudara yang cukup banyak. Yang kita bahas di sini adalah kanker leher rahim. Mengapa saya lebih memilih untuk memaparkan masalah kanker leher rahim adalah banyaknya kaum wanita yang kurang mengerti atau yang lebih tepatnya tidak menyadari bahaya kanker leher rahim bagi dirinya. Jangankan orang lain, saya sendiri pun mulanya tidak  menyadari akan pentingnya memeriksakan diri agar dapat mendeteksi lebih awal adanya gejala kanker leher rahim bila tidak diberi saran oleh bidan. Kanker leher rahim ini pada umumnya banyak diderita pada kaum wanita. Akan tetapi, jangan berbangga hati dulu kaum pria, karena kaum pria pun bisa terkena penyakit inii dari pasangannya bahkan bisa juga menularkan penyakit ini kepada wanita yang belum terjangkit akibat hubungan seks.

            Apa pula kanker leher rahim itu? Istilah Kanker leher rahim itu sendiri dikarenakan kanker ini terdapat pada leher rahim yang bahasa kerennya kanker  servik (Cervical Cancer), yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Biasanya terjadii pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker ini dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
            Walaupun  kanker  leher rahim ini merupakan kanker yang  dapat dicegah dan dapat disembuhkan dari semua kasus kanker, tapi jangan anggap sepele dengan kanker ini. Di Australia saja hampir 85 orang kaum wanita mengidap penyakit ini tiap tahunnya dan tahun 1993 terdapat 40 orang kaum wanita yang positif penyakit kanker ini telah meninggal dunia.
Berdasarkan  data Departemen Kesehatan (Depkes), di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim.

Gejala dan Penyebab Kanker Leher Rahim

            sSampai kini belum diketahui penyebabnya. Namun berdasarkan penelitian terbaru,   virus HPV merupakan salah satu pemicunya.   HPV dapat menjangkiti seorang wanita jika pasangan seksualnya mengidap virus tersebut akibat gonta – ganti pasangan. Wanita yang mempunyai kebiasaan merokok juga rawan terkena penyakit ini. Zat nikotin yang dikandung tembakau   mempunyaii kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker. 
B
iasanya penyakit ini dapat menjangkiti perempuan usia produktif, pernah melakukan hubungan seks, sering berganti pasangan seksual, kawin dalam usia relatif muda (belum berusia tujuh belas tahun).aPada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual hampir tidak pernah ditemukan penyakit kanker leher rahim ini.

              Kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sell pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut  menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. ya prakanker /

 Beberapa gejala atau tanda-tanda adanya kanker leher rahim:

1.      Perdarahan yang tidak normal

2.      Keputihan bercampur darah, setelah berhubungan seks

3.      Keputihan yang berbau dan bercampur darah

4.      Pendarahan setelah menopause

            Untuk mempermudah langkah dini yang patut kita lakukan sangatlah mudah dan dapat kita lakukan sendiri, yaitu   cukup dengan mengamati adanya rasa nyeri atau adanya benjolan ataupun keluarnya cairan yang tidak seharusnya, itu tanda-tanda kita harus lebih waspada dan segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit.

            Biasanya keputihan yang normal pada wanita berwarna putih bening namun bila berwarna putih kekuningan dan beraroma tidak sedap atau bau, itu patut diwaspadai. Ini berarti ada gangguan yang serius menurut “dr. Kartikaningsih” spesialis ginekologi Divisi Ginekolog Rumah Sakit Mitra Jakarta. Keluarnya cairan bening dari organ reproduksi perempuan pada masa ovulasi, yakni 14 hari sebelum masa menstruasi berikutnya. Cairan ini menyerupai mukosa dalam jumlah yang cukup banyak. Jadi, harus kudu waspada dan segera diperiksa ke dokter.  Jangan takut untuk memeriksakan diri kedokter apabila kita menemukan salah satu gejala seperti di atas. Sehingga kita dapat mencegah lebih dini penyakit kanker yang sangat menyeramkan semua orang terutama kaum wanita.

            Saya pernah mencuri dengar pembicaraan  seorang ibu dengan temannya disebuah angkot, mereka saling membantah tentang pemeriksaan dini untuk mengatasi atau mencegah terjadinya kanker leher rahim. Temannya mengatakan tidaklah perlu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mengetahui penyakit kita, malah tambah runyam nantinya, makin banyak pikiran dan bertambah pengeluaran kita , kata ibu tersebut.

            Tentu itu pemikiran yang salah dan tidak patut dicontoh. Untuk mencegah dan mengurangi penyakit kanker leher rahim yang banyak merenggut jiwa kaum wanita,  yaitu dengan cara memeriksakan diri kita atau  pap smear test. Bila anda wanita yang telah menikah atau yang suka gonta-ganti pasangan segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit. Penyakit  akan datang walau tidak kita undang, caranya hanya dengan memeriksakan diri kita sejak dini.

            Tentu anda bertanya apa pula itu pap smear test ?  Pap smear itu sendiri merupakan pemeriksaan Sitologi dengan tingkat sensitivitas menengah yaitu cukup baik dan relatif murah sehingga bisa dijangkau semua kalangan masyarakat. Test ini ditemukan oleh Dr.George Papanicolou, makanya dinamakan pap smear  test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

            Tidak usah kuatir bila anda sedang menjalani test ini, karena tidak memerlukan waktu yang cukup lama hanya sekitar beberapa menit saja. Kita diharuskan berbaring terlentang , dan sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukkan ke dalam liang senggama kita. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti..
            Prosedur nya tidak rumit dan sangat sederhana, sehingga tidak membuat puyeng kepala kita. Namun, sangat tidak menyenangkan bagi kita akan tetapii tidak menimbulkan rasa sakit. Jadi, jangan takut untuk mencoba ya.

            Bila merasa malu, kita dapat memilih dokter wanita sehingga kita tidak malu untuk bertanya. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi ( hysterectomy atau operasii pengangkatan kandung rahim danleher rahim ), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim.

            Kita dapat melakukan Pap smear test setiap dua tahun sekali hingga kita mencapai usia 70 tahun. Bisa juga lebih dari dua tahun sekali bila ada kasus yang mengharuskan begitu. Bagi kita para wanita yang belum mencoba mengikuti Pap smear test, tidak ada salahnya  untuk mengikutinya. Tidak ada kata terlammbat untuk memulai walau usia kita sudah tua. Biaya tidak terlalu mahal dan tidak ada efek samping dari mengikuti test ini.  Namun, jangan berpikir Pap smear test ini merupakan solusi pemyembuhan kanker leher rahim,, test ini hanya screening dan bila ditemukan kelainan akan dilanjuti pemeriksaan lanjutan.

            Setelah mengikuti test ini, mungkin ada dua jawaban dari hasil test ini. Kemungkinan pertama : tidak ada gejala apa-apa, artinya masih normal. Kemungkinan kedua: ini yang membuat kita merasa cemas dan takut, hasil test menunjukkan abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang Pap smear test dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan Pap smear test, maka akan semakin mudah pula menangani penyakit yang kita derita. Hasil Pap smear test  dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan Pap smear. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan  Pap smear  yang abnormal adalah:    

  1. Unsatisfactory  Pap smear

Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sell leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan ‘Pap Smear’ pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.

  1. Jika infeksi atau inflamasi

Kadang-kadang pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher  rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan ‘Pap Smear’, biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur’. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani ‘Pap Smear’ lagi.

  1. Atypia atau Minor Atypia

Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai ‘atypia’. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan ‘Pap Smear’ lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.

            Apa pula itu “Kolposkopi”? Ini merupakan tindakan yang diambil setelah kita menemukan adanya kelainan pada leher rahim kita. “Kolposkopip” ini sendiri adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher  rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan ‘Pap Smear‘.         Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher  rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi..
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat.
Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

            Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hall yang dapat dilakukan adalah:

  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

            Bagaimana pula, bila hasil pemeriksaan Pap smear kita ’positif’? Bolehkah kia melakukan hubungan seks dengan suami kita?  Tentu saja boleh, kita dapat  melakukan hubungan senggama tanpa merasa kuatir menularkannya pada suami kita. Namun bila dalam tahap penyembuhan dapat kita tanya pada dokter yang memeriksa kita dan seberapa sering boleh melakukan senggama.

            Jadi, kita kaum wanita selain harus melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sah juga harus menjaga kebersihan alat genetikal kita. Mungkin sebagian kita menganggap sepele, namun sangat bermanfaat bagi kesehatan alat genetikal bahkan jiwa kita. Hal apa saja yang harus kita perhatikan dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan alat genetikal  kita.

1.  Mengganti  pembalut

Sangat dan sangat dianjurkan. Mengapa? Karena darah bisa menjadi media infeksi. Saat sedang haid, lakukan penggatian pembalut secara berkala. Jika darah tinggal sedikit dapat diganti dua kali dalam sehari. Namun, bila sedang banyak-banyaknya sebaiknya diganti lebih dari 2 kali.

2.  Penggunaan cairan pencuci vagina

Tidak ada larangan menggunakan cairan pencucian vagina. Akan tetapii dalam penggunaannya janganlah sesering mungkin. Ini disebabkan di dalam vagina terdapat Bacili doderlein yang mempertahankan keasaman vagina. Pada kondisi yang baik, bakteri ini menghambat infeksi. Bila kita menggunakan cairan pencuci vagina secara berlehihan akan mengubah tingkat  keasaman vagina.

3.   Pemakaian talk

      Tidak disarankan. Talk mengandung partikel-partikel asbes yang jika digunakan untuk daerah vagina, dikhawatirkan memicu risiko tumor indung telur. Dikhawatirkan pertikel itu akan masuk ke dalam vagina.
Pada bayi perempuan, pemakaian talk kerap dilakukan. Untuk mereka (perempuan), talk atau bedak bayi lebih aman jika tidak dipakai di daerah vagina.

4.   Tissu pembersih dan panty liner

      Tidak masalah tissu pembersih cocok untuk digunakan di perjalanan.

5.   Pakaian dalam

      Sangat dianjurkan dari bahan yang lembut dan menyerap keringat seperti dari bahan katun. Gantilah pakaian dalam secara berkala.

5.      Mencuci dari depan ke belakang

      Tepat. Susunan anatomis bagian intim adalah dari saluran kemih, vagina, lalu anus. Membersihkan organ intim dari depan ke belakang sangat baik untuk menghindari masuknya kuman dari anus. Pastikan daerah vagina tetap kering.

6.      Air daun sirih

      Tidak ada salahnya dilakukan. Karena penggunaan daun sirih untuk kebersihan tidak menimbulkan efek samping. Daun sirih mengandung zat-zat yang bisa menyegarkan  daerah vagina.

            Jadi, kita kaum wanita jangan malu dan takut untuk mengikuti test pap smear untuk mencegah secara dini terjangkitnya penyakit kanker leher rahim. Dengan program ini kita dapat mengurangi angka kematian dikarenakan kanker leher rahim. Hidup sehat dengan cara mencegah penyakit sejak dini.

 

 

Posted by vitaloka in 03:03:32 | Permalink | No Comments »

TABUNGAN RIA

TABUNGAN RIA

Ria dan Rita bersaudara sepupu. Ria anaknya sederhana dan suka menabung. Ria berasal dari desa. Kedua orang tuanya hanya seorang petani karena itu mereka  tidak sanggup membiayai sekolahnya, jadi Ria tinggal bersama tantenya dan sepupunya Rita.

Ria anak yang cerdas dan suka menolong sehingga dia banyak disenangi oleh teman sekolahnya. Akan tetapi lain halnya dengan Rita, malah dengan semua ini membuat Rita sangat membenci Ria. Rita merasa semua kasih sayang orang tuanya bahkan mbok Nah hanya untuk Ria. Rita merasa tersingkirkan. Rita sebenarnya anak yang baik, namun, dengan semua kejadian ini mebuat Rita menjadi pemarah dan tukang merajuk.

“Non, non Ria ayo makan, sudah waktunya makan non.” Kata mbok Nah memanggil Ria yang sedang asik menanam bunga di pekarangan belakang rumah. “Iya, mbok tar lagi!” Rita mana mbok?” Ajak dia dulu biar kami makan sama.”

“Non Rita makan yuk.” Sebentar lagi Non Ria menyusul.”ajak mbok Nah.

Makan saja duluan mbok. Rita masih kenyang.”kata Rita. Enak saja makan bareng dia. Siapa yang sudi.”kata Rita sebel.

Mbok nah yang mendengar omelan Rita keheranan. “Ada apa ya dengan non Rita, kok kesirupan begitu.”kata mbok Nah ngoceh sendiri. Sedang asik ngoceh sendiri sampai lupa sama cucian yang masih terbengkalai dibelakang.
          “Astaghfirullah Al-azim, ya ampun mbok Nah sampai lupa cucian,”kata mbok Nah tergopoh-gopoh menuju kamar mandi.

“Makanya mbok tidak usah urusin si Ria itu , dia kan sudah bisa ngurus diri sendiri,”kata Rita yang masih dengan perkataan ketus kepada Ria.

Ria yang mendengar semua itu hanya bisa menahan kesabaran. Dia tahu mungkin kehadirannya mengganggu ketenangan Rita sepupunya selama ini. Ria tidak merasa sakit hati dengan semua perkataan Rita karena selama ini om dan tante banyak membantu kehidupan keluarga mereka. Ria hanya berdoa supaya Rita mau menerima dia sebagai sepupunya seperti dulu saat Ria belum tinggal di rumah Rita.

“Mbok Nah sini Ria bantu.” Lain kali tidak usah panggil-pangil Ria, Ria kan bisa mengurus makan sendiri. Jadi merepotkan mbok Nah saja Ria. Maaf ya mbok.”kata Ria sambil membantu membilas pakaian.

Rita yang melihat semua kejadian itu semakin panas hatinya dengan rasa kebencian. Uuhhhhhh…sok rajin. Biar dibilang anak rajin ya!”kata Rita dengan ketusnya sambil pura-pura melewati mereka.

Setiap hari Ria dan Rita selalu perang dingin. Baik itu di rumah maupun di sekolah. Di ruang makan ataupun sedang berkumpul bersama pasti Rita  memasang bendera perang.

Tante, mamanya Rita merasa keheranan dengan suasana yang terjadi dirumahnya. Terlebih lagi dengan sikap Rita yang semakin aneh, sikap yang penuh benci.

“Papa ada apa ya dengan Ria dan Rita?” Apa mereka berantem atau apa ya?’kata mama kebingungan.

“Papa pun bingung, ma.”  Akhir-akhir ini sikap Rita aneh. Dia suka uring-uringan dan selalu saja menghindar bila berkumpul bersama.  “Ma, coba tanya sama Ria atau mbok Nah.” Mungkin kita bisa tahu apa masalah dan bisa mencari solusinya.

Mama menanyakan perubahan sikap Rita pada mbok Nah dan Ria. Namun, mbok Nah dan Ria pun bingung dengan perubahan Rita.

Seminggu setelah kejadian itu, keadaan rumah biasa-biasa saja. Tidak ada sungutan dan omelan Rita selama ini. Malah ini membuat seisi rumah semakin heran.

“Rita, kok sekarang lebih  banyak diamnya.” Ada apa Rita?”tanya Ria.

“Tidak ada masalah apa-apa.” Memangnya tidak boleh belajar diam. O, ya tidak ikut acara perpisahan ke Bali?”tanya Rita.

“Ria yang merasa heran dengan sikap Rita kepadanya tergagap untuk menjawab pertanyaaan Rita. Eeeehhhh……

“Tentu kamu tidak ada uangkan. Ehm, enak ke Bali. Mau dibelikan apa oleh-oleh sana?”kata Rita.

Ria semakin bingung mau menjawab apa. Ini pertanyaan yang harus dijawab ataukah ejekan. Ria memaklumi perkataan Rita. Ria tidak mungkin ikut acara perpisahan ke Bali. Bayar uang perpisahannya saja 3 juta dengan semua penginapan, makan dan transportasi. Ria hanya bisa menelan ludah. Ria memang sangat ingin pergi ke Bali. Namun, Ria menahan keinginan itu. Daripada uang tabungannya habis untuk yang tidak penting lebih baik untuk uang kuliah nanti.

Waktu yang ditunggu anak kelas 3 IPA untuk tour perpisahan ke Bali semakin dekat. Semua anak kelas 3 ribut membicarakan apa yang akan dibawa mereka dan acara apa nanti yang mereka kerjakan. Ria hanya sebagai pendengar setia saja. Rita yang lebih antusias dengan semua perlengkapan dan serentetan acara telah disusunnya dengan baik. Teman-temannya menyambut senang dengan semua rencana Rita.

Waktu pun terus bergulir, dan tinggal 2 minggu lagi acara perpisahan anak kelas 3 ke Bali.  Surat persetujuan dari orang tua murid telah dibagi Wali kelas 3. Ria tidak mengambil surat perjanjian itu. Karena percuma, Ria tidak bisa ikut.

Saat Rita menujukan surat perjanjian itu, om dan tante sangat terkejut. “Rita, bagaimana kalau Rita tidak ikut dulu. Nanti bila ada kesempatan kita sekeluarga pergi ke sana.”kata tante dengan pelan.

“Apa???????? Mama serius dengan perkataan mama.” Ma, ini liburan yang selalu diimpi-impikan Rita, ma. Mama, papa, tolong jangan begitu. Rita mohon,”kata Rita dengan tangisan.

“Bukan mama dan  papa tidak mau, nak. Saat ini kita sedang krisis. Perusahaan papa bekerja lagi kesusahan dan baru saja semingu yang lalu uang tabungan papa dipinjam sama om Irwan untuk biaya operasi. Jangan bersedih Rita. Ada lain waktu kita pergi ke sana.”kata mama menerangkan.

Mendengar semua penuturan mamanya, Rita semakin  mengamuk dan menangis. “Mama, papa kejam. Tidak sayang sama anak sendiri. Rita tidak terima. Mama, papa bohong….bohong…tidak mungkin tidak ada uang. Ini semua gara-gara Ria, pasti karena Ria. Iya kan, ma?” Ria penyebab semua ini. Karena dia tidak ada uang, dia tidak bisa ikut jadi Rita pun tidak boleh ikut.”berang Rita.

“Bukan, sayang.” Apa yang mama katakan benar, nak.” Papa dan mama minta maaf kali ini tidak bisa.”kata papa sedih.

“Bohong…bohong. Ini semua karena kamu, Ria!”hardik Rita. Rita malu sama semua, malu sama teman-teman. Semuanya jahat…jahat……….”teriak Rita semakin keras. Rita berlari ke kamarnya dan mengunci diri. Rita terus menangis di kamarnya. Waktu makan pun Rita tidak hadir.

Tanpa disengaja Ria mendengar percakapan tante dan omnya. “Ma, apa yang harus kita lakukan. Apa perlu papa meminjam ke Bank supaya Rita dan Ria bisa ikut acara perpisahan ke Bali?”tanya papa minta pendapat mama…….

Ria yang mendengar semua percakapan om dan tantenya merasa menyesal membuat mereka susah. Selama ini mereka selalu membantu kehidupan keluarganya di desa. “Ya, Allah apa yang hamba mu lakukan. Haruskah Ria berdiam diri melihat tante nya kesusahan.”

Akhirnya, setelah seharian Ria berpikir, Ria telah mantap untuk mengambil tabungannya untuk dipergunakan tantenya. Dengan perasaan taku, Ria memberanikan diri mengutarakan pendapatnya pada om dan tantenya.

“Om, tante, Ria ada sedikit tabungan. Bila sangat mendesak pakai saja dulu. Ria ikhlas memberikannya, om.”kata Ria.

Tante dan om Ria terkejut dengan ucapan Ria. Mereka tidak menyangka malah bantuan datangnya dari ponakannya sendiri.

“Ria, dari mana sebanyak ini tabungan mu?”tanya tante

“Dari uang jajan yang tante berikan dan dari hasil jualannya Ria, tante.

“Ria, ambil uang mu, nak. Kami tidak akan memakai hak mu. Ini uang mu untuk kuliah mu nantikan?”tanya Om.

“Ria ikhlas, Om, Tante. Bila ada rezeki om lain waktu, bisa om ganti kembali. Daripada om pinjam ke bank, malah membuat semakin banyak utang.”kata Ria dengan hati-hati.

Om, tante, mendengar semua itu, merasa heran dan agak sedikit tersinggung. Namun, dengan kesungguhan hati Ria, om dan tantenya terharu dengan ketulusan Ria.

Tanpa mereka sadari, percakapan mereka didengar semuanya oleh Rita. Rita terduduk diam dalam bisu. Ternyata mama, papa dalam kesulitan keuangan dan Ria orangnya sangat baik. Selama ini Rita salah menilainya. Oh, betapa banyak perkataan dan perbuatan Rita yang membuat Ria tersinggung.

Ma, papa, Ria, maafkan Rita.”kata Rita memeluk mereka sambil menangis. Selama ini Rita tidak menyadari susahnya papa dan mama mencari uang. Ria, maafkan dengan semua ulah Rita. Rita tidak ingin pergi ke Bali lagi, ma.  Biarlah diejeki teman-teman. Asal uang tabungan Ria tidak terpakai. Mungkin bila ada rezeki kita, kita pergi kesana kan, ma.”ststtst tangis Rita sambil mengusap hidungnya yang basah oleh air matanya.

Mama, papa maupun Ria terkejut dengan semua perkataan Rita. Mereka pun terharu dan memeluk Rita. Rita, papa janji kita akan pergi ke Bali lain waktu, nak.”

Tangis kebahagian dan keharuan mewarnai rumah Rita. Sejak itu persaudaraan Rita dan Ria semakin akur.

Posted by vitaloka in 02:55:58 | Permalink | No Comments »

Percaya akan kemampuan Membawa Kita pada Kesuksesan

Percaya akan kemampuan Membawa Kita pada Kesuksesan

 

 

        Sukses berarti banyak hal-hal yang mengagumkan dan positip. Sukses berarti kesejahteraan pribadi misalnya memiliki mobil mewah, rumah mewah, barang-barang mewah atau bahkan sering bepergian ke luar negri. Sukses berarti kebebasan. Bebas dari rasa takut, kekecewaan atau frustasi, gelisah dan kegagalan. Jadi, bila kita ambil kesimpulan sukses berarti kemenangan. Sukses – prsestasi, mencapai tujuan – tujuan hidup ini.

        Setiap insan manusia mendambakan sukses dalam kehidupannya. Tiada  di dunia ini yang tidak ingin sukses dalam hidupnya walaupun itu para gelandangan atau orang cacat sekalipun.

        Untuk mencapai kesuksesan, kita memerlukan modal kepercayaan akan diri kita sendiri. Kita tidak bisa menjadi pemimpin bila hanya berharap menjadi pemimpin. Kita tidak bisa punya rumah mewah dengan mengharapkannya. Akan tetapi kita “bisa” mendapatkan semua itu dengan kepercayaan yang kuat. Kita bisa mendapatkan kesuksesan dengan percaya bahwa kita akan mendapatkannya.

        Proses kepercayaan itu sebagai berikut: Kepercayaan, sikap  “Saya positip – saya bisa”, melahirkan kekuatan, keterampilan dan energi yang diperlukan untuk melaksanakan. Apabila kita percaya bisa melakukan hal itu maka berkembanglah cara untuk melakukannya. Dan bila kita percaya akan mencapai sukses maka orang lain pun menaruh kepercayaan kepada kita.

        Siapa yang percaya bisa memindahkan gunung, ia akan bisa memindahkan gunung. Siapa yang tidak percaya, ya tentu saja tidak bisa. Kepercayaan mencetuskan kekuatan  untuk melaksanakannya. Tanpa kepercayaan yang teguh, kuat dan bulat bahwa manusia bisa terbang ke bulan, tentu saja tidak ada kabar di media masa ataupun di televisi tentang perjalanan manusia ke bulan. Atau, kanker bisa disembuhkan karena kita percaya dan yakin dapat mencari atau menemukan cara penyembuhan kanker.

        Percaya akan hasil-hasil yang besar merupakan dibelakang kekuatan pendorong utama dibelakang buku-buku besar, film-film yang laris, penemuan ilmiah. Percaya akan sukses ada dibelakang setiap usaha yang sukses. Kepercayaan pada sukses adalah unsur dasar, dan satu-satunya yang ada pada manusia yang ingin sukses.. Percayalah, percayalah, percayalah dan yakinlah maka kita akan berhasil.

        Tiada kepercayaan adalah kekuatan negatip yang ada pada diri kita. Jika hati dan pikiran kita sangsi dan tidak percaya akan menumbuhkan “alasan-alasan” yang membenarkan keraguan itu. Keraguan, kesangsian, ketakutan akan kegagalan, yang tidak benar-benar menginginkan sukses, bertanggungjawab atas kegagalan yang terjadi.

        “Berpikirlah akan gagal , maka kita akan gagal”

        “Berpikirlah untuk menang, maka kita akan menang”

        Tentunya dalam kehidupan kita ada berbagai ragam keinginan yang menjadi impian kita. Contohnya saja, seorang penulis cerita yang ingin menjadi penulis cerita. Namun, niatnya itu undur dikeranankan dia melihat seorang penulis cerita yang ulung. Dia membandingkan antara dirinya dengan penulis cerita ulung tersebut. Boleh kita mengangguminya namun bukan menjadi momok bagi kita akan keberhasilannya. Akan tetapi, kita dapat belajar dan mengamati akan keberhasilannya. Percayalah bahwa kita dapat mengunggulinya.

        Coba kita pikirkan! Kepercayaan adalah kekuatan yang menentukan apa yang kita hasilkan dalam hidup di dunia ini. Pelajarii orang yang prestasinya yang tidak sempurna. Ia, percaya bahwa dia tidak begitu berharga, maka hasil yang dia peroleh tidak banyak. Ia, percaya bahwa dia tidak penting, dan karena itu diapun tidak penting. Akhirnya, kurang kepercayaan pada diri sendiri mempengaruhi cara dia berjalan, berbicara dan berbuat.

        Kalau dia menempatkan kekuatan itu bukan pada tempatnya yang benar, maka dia akan susut dan akan menjadi kecil dalam pandangannya sendiri. Orang lain mempunyai pandangan tentang diri kita sebagaimana pandangan kita terhadap  diri kita sendiri sehingga diapun akan susut dalam pandangan orang-orang disekitar kita.

        Coba kita pandangi orang yang sukses. Dia percaya dia berbobot dan mampu. Itulah sebabnya dia bisa melaksanakan usaha-usaha yang besar. Segala perbuatan, sikap dan cara dia menghadapii berbagai karakter orang-orang dan pikiran-pikirannya, semua menunjukkan itulah propesional. Untuk menjadi sukses tidak hanya dibutuhkan kecerdasan dan kemahiran saja. Akan tetapi kepercayaan dia bisa dan mampu untuk melakukan itulah yang menjadi pokok utama.

       
Ada sebagian orang dia berhasil dan unggul secara akademik, namun dia merasa kurang yakin akan kemampuannya sehingga dia gagal atau kalah. Ada seseorang yang biasa saja secara akademik namun dengan kepercayaan akan kemampuan serta keberaniannya, dia berhasil mencapai sukses.

        Manusia adalah produk pikiran-pikirannya sendiri. Liputi diri kita dengan kepercayaan yang besar. Lancarkan ofensif-sukses kita dengan kepercayaan yang jujur dan serius bahwa kita akan berhasil.

        Percaya pada diri sendiri maka perbaikan dan kemajuan akan menyusul. Otak atau pikiran adalah “pabrik pikiran”. Pabrik yang bekerja keras untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang tak terbilang banyaknya setiap hari. Produksi di dalam pabrik pikiran ada dua mandor yang sangat mempengaruhi kelancaran dan kelangsungan pabrik.

        Mereka adalah  Si Kemenangan dan Si Kekalahan. Si Kemenangan  memproduksi gagasan-gagasan yang positip. Membawa perusahaan menuju gerbang kesuksesan. Si Kemenangan ini merupakan spesialisasi melahirkan gagasan-gagasan yang positip. Sedangkan Si Kekalahan memproduksi gagasan-gagasan negatip..   Hal ini merupakan momok  kehancuran perusahaan. Si Kekalahan ini membawa dampak sangat merugikan bagi perusahaan dan lingkungannya. Spesialisasi  Si Kekalahan ini adalah memproduksi rantai gagasan-gagasan “bagaimana supaya kita gagal”.

        Si Kemenangan dan Si Kekalahan sangat cepat melakukan perintah-perintah kita. Kita hanya memberikan sinyal kepada mereka. Sinyal itu adalah sinyal-pikiran. Bila sinyal pikiran yang berkerja sinyal Si Kekalahan maka Si Kekalahanlah yang bekerja dan begitu pula sebaliknya.

        Kita dapat memberikan contoh supaya kita tahu bagaimana berkerjanya kedua mandor tersebut. Cobalah ini:wah, aku mungkin tidak akan lulus kuliah di  kedokteran. Persaingannya ketat dan sebagainya. Ini membuat Si Kekalahan segera bekerja. Si Kekalahan ini akan memunculkan beberapa fakta yang membuktikan bahwa pendapat kita benar, yakni bahwasanya aku tidak akan lulus kuliah di kedokteran. Mandor ini menyatakan bahwa memang “aku” tidak akan bisa lulus atau bahwa aku memang bodoh dan sebagainya. Mandor ini sangat efisien. Dalam beberapa menit membuat kita percaya bahwasanya “aku” tidak akan lulus.

        Akan tetapi bila kita berpikir sebaliknya yakni  “aku” bisa lulus di kedokteran. Hal ini, kita telah mengirimkan sinyal mandor kemenangan. Sehingga mandor ini terus bekerja sesuai sinyal yang dikirim. Mandor ini memberikan rasa percaya dan optimis bahwa “aku”bisa lulus di kedokteran. Memacu “aku”terus berusaha dan bekerja supaya berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.

        Makin sering atau banyak kita berikan pekerjaan pada mandor kemenangan makin kuat dia. Membawa kita kejenjang sukses.. Namun, bila mandor kekalahan yang kita salurkan, makin rajin dia dan menguasai pabrik pikiran kita. Gagasan-gagasan yang dikeluarkannya akan menjadi negatip. Membawa kita ke jurang kehancuran.

        Gunakanlah Si Kemenangan selalu. Jika ada gagasan-gagasan yang masuk, suruhlah Si Kemenangan bekerja untuk kita. Dia akan memberitahu kita bagaimana caranya supaya berhasil.

 

Bagaimana memperkembangkan “kekuatan kepercayaan” pada diri kita?

          Ada tiga pedoman untuk mendapatkan dan memperkuat kekuatan Kepercayaan pada diri sendiri.

1. Berpikirlah Sukses. Jangan berpikir gagal

        Dimana pun kita berada baik itu di rumah, di tempat kerja, atau pun dimana saja. Ubahlah cara berpikir untuk gagal menjadii berpikir untuk sukses. Bila ada suatu masalah dalam pekerjaan yang membuat kita bingung menghapadinya, janganlah menyuruh           Si Kekalahan untuk bekerja. Gunakan Si Kemenangan yang bekerja. Berpikirlah bahwa: Aku bisa mengatasi masalah ini” tentunya kita akan menemukan jalan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.       Namun, bila Si Kekalahan yang kita suruh bekerja tentunya kita semakin terpuruk dan membuat pusing kepala karena tidak menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Tentu saja mebuat kinerja kerja kita menurun.

2. Ingatlah bahwa kita lebih baik dari yang kita sangka

        Orang yang sukses bukanlah supermen dan orang yang super jenius. Sukses bukanlah nasib baik. Namun, orang yang tahu akan kemampuan yang dia miliki. Kepercayaan akan kemampuannya yang membawa dia kejenjang sukses. Dia percaya dan mampu untuk melakukan suatu hal sehingga dia sukses. Jangan sekali-kali menganggap diri kita terlalu rendah.

3. Lipatgandakan kepercayaan kita

        Sukses kita sama dengan ukuran kepercayaan kita. Gagasan besar dan rencana-rencana besar sering lebih mudah – jelas tidak lebih sukar – daripada rencana-rencana kecil.

        Ralph J.Cordiner,  Ketua Pengurus General Electric Company, dalam suatu rapat pimpinan mengatakan: “……… Saya memerlukan dari setiap orang yang ingin menjadi pemimpin – untuk dirinya sendiri dan untuk perusahaannya – suatu ketetapan untuk melaksanakan program memperbaiki diri sendiri. Tidak ada orang yang bisa memesan orang lain supaya berkembang………….Apakah orang yang terbelakang atau maju dibidangnya adalah soall pelaksanaannya pribadi. Ini memerlukan waktu, kerja dan pengorbanan. Tidak ada orang yang bisa melakukannya untuk anda.’ Nasihat Cordiner ini sederhana dan membangun. Cobalah hayatii nasehat ini, sehingga memberikan peluang bagi kita untuk sukses.

 

Bangunkan keyakinan dan hancurkan ketakutan

        Namun kebanyakan dari kita takut untuk berbuat untuk jalan sukses. Selalu saja banyak pertimbangan-pertimbangan yang berseliweran dipikiran kita. Takut inilah…….takut itulah…dan sebagainya sehingga kita tidak melakukan perbuatan apapun untuk menuju sukses.

        Berbagai macam ketakutan atau kecemasan merupakan infeksi psikologis. Untuk mengatasinya kita harus menyadari rasa ketakutan itu dengan menumbuh suburkan rasa keyakinan pada diri kita. Tidak ada orang yang lahir bebas dari rasa takut. Orang-orang yang kita kenal yang memancarkan sikap bebas dari ketakutan, yang telah mengalahkan kegelisahan, yang dimana-mana nampaknya santai dan tenang, telah berhasil mendapatkan kepercayaan dan keyakinan yang dia peroleh dengan perjuangan.

        Bila kita berani melakukan suatu hal untuk kesuksesan tentunya mengalahkan rasa takut pada diri kita. Tidak bisa mengambil keputusan, keragu-raguan, penangguhan justru menumbuhkan rasa takut itu. Contohnya saja: Bisa tidak ya, aku menyelesaikan tugas ini? Sepertinya ini sangat sukar bagiku. Bila kita cermati contoh di atas pasti kita tahu Si Aku dalam keragu-raguan dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan tugas itu. Dan, karena sudah dimulai dengan keragu-raguan akan menimbulkan perasaan yang lain yang bersifat negatif yaitu rasa tidak percaya bahwa dia bisa mengerjakan tugas itu, menganggap dirinya rendah sehingga dia merasa tidak cocok untuk tugas itu. Tentunya dengan semua perasaan itu akan menimbulkan rasa takut, takut untuk sukses. Jalan ke arah kesuksesan pun telah tertutup dengan sikap “Aku”tersebut.

        Apabila kita menghadapi masalah-masalah yang berat , maka kita tertegun dan terpesona sebelum kita mengambil tindakan untu berbuat. Harapan merupakan suatu permulaan yang baik. Namun, harapan memerlukan aksi (perbuatan) supaya memperoleh kemenangan demi kemenangan.

        Gerakkanlah prinsip perbuatan. Kalau pada suatu hari kita dihinggapi oleh rasa cemas dan takut, adakan aksi-aksi, tetap tegakkan sikap dan jiwa kita. Kemudian berusahalah mendapatkan jawaban atas pertanyaan: Tindakan apa yang harus saya lakukan untuk melenyapkan rasa takut dan tidak percaya diri saya ini?

        Di bawah ini ada beberapa contoh kecemasan dan cara mengatasinya:

 


 

Jenis Ketakutan

Perbuatan

Takut kalau sikap dan keadaan lahiriah berkesan negatip

Perbaiki sikap dan keadaan anda Gosoklah sepatu anda. Rapikanlah pakaian anda. Yang penting adalah rapi bukan baru

Takut kehilangan langganan

Bekerjalah lebih giat. Betulkan semua yang kiranya bisa meningkatkan kepercayaan bos anda.

Takut tidak lulus

Jadikanlah waktu untuk gelisah menjadi waktu untuk belajar

Takut akan situasi yang tidak bisa dikuasai

Alihkan perhatian anda kepada hal yang berlainan sama sekali. Pergilah kehalaman anda dan cabutilah rumput-rumput. Bermain-mainlah dengan anak anda dan pergilah ke bioskop

Takut akan cedera

Alihkan perhatian anda kepada orang-orang lain yang sedang mengalami yang sama dan berusahalah memberi pertolongan. Berdoalah

Takut akan apa yang dipikirkan orang lain tentang anda

Yakinlah, bahwa apa yang anda rencanakan adalah baik dan tepat. Dan laksanakanlah. Tidak ada orang yang melakukan sesuatu yang tak mendapat kecaman

Takut akan hal menanam modal atau membeli rumah

Analisa faktor-faktornya. Lalu ambillah keputusan, dan berusahalah dengan tekun supaya berhasil. Percayalah pada penilaian anda

Takut akan orang-orang

Letakkan persoalannya pada proporsi yang sebenarnya. Ingat bahwa orang lain itu adalah manusia biasa mirip dengan anda sendiri

 

        Di atas telah dikemukakan jenis-jenis ketakutan dan penyelesaiannya. Jadi, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa rasa takut selalu menghantui seluruh kehidupan kita. Tinggal bagaimana kita mengatasi rasa takut yang membawa kita ke arah  negatif atau mandor kekalahan menjadi ke arah positip atau mandor kemenangan.

        Melakukan hal yang baik memberikan kepuasan kepada diri kita sehingga menimbulkan rasa percaya kepada diri sendiri.  Dan membawa kita ke arah positip.

        Berbuatlah dan bersikap sesuai apa yang kita rasakan. Lakukanlah apa yang benar dan peliharalah kepercayaan kita. Itulah berpikir dan berbuat menuju sukses. Adalah sebuah nasehat yang baik yang pernah saya dengar diberikan kepada seorang anak muda :” Kerjakan  selalu apa yang anda takut melakukannya.” Ralph Waldo Emerson (1803 – 1882).

 

Posted by vitaloka in 02:53:16 | Permalink | No Comments »